
Budidaya kelapa sawit organik seperti yang dilakukan oleh pabrik kelapa sawit di Sumatera Utara terbukti dapat meningkatkan keuntungan lebih dari 200% dibandingkan budidaya kimia. Hal ini karena budidaya kelapa sawit organik bisa meningkatkan kesuburan tanah, penyerapan nutrisi pun lebih optimal.
Maka tak mengherankan perkebunan kami dapat menghasilkan satu tandan dengan bobot 100 kg. Hal ini tentu membuat Anda penasaran, rahasia sukses budidaya kelapa sawit yang satu ini.
Cara Untuk Budidaya Kelapa Sawit
- Memilih Bibit Kelapa Sawit
Memilih bibit kelapa sawit merupakan penentu keberhasilan budidaya kelapa sawit. Oleh karena itu, Anda harus memilih bibit yang memiliki karakter unggul, diantaranya:
Pilih tunas bibit sawit mempunyai ciri mata tunas normal dan berwarna putih bersih. Jangan pilih bibit yang cacat dengan tunas layu, berwarna cokelat kehitaman dan berjamur.
Pastikan bibit yang dipilih mempunyai bentuk anak daun normal dengan ciri daun melebar, tak kusut, tak menggulung dan tak pucat (berwarna hijau segar).
Anda juga perlu memperhatikan tempurung bibit sawit. Pastikan tempurung berwarna hitam gelap, tak ada retakan, bebas dari serabut atau noda-noda jamur.
Pilih bibit sawit yang memiliki akar dengan panjang tak lebih dari 2-3 cm. Tak disarankan untuk memilih akar bibit dengan panjang kurang atau lebih, sebab ada kemungkinan tanaman masih terlalu muda ataupun terlalu tua.
Pastikan Anda memilih bibit kelapa sawit yang tampak pendek dan gemuk agar pertumbuhannya lebih optimal.
Anda juga harus memastikan warna bakal akar (radikula) kuning kehijauan, sementara calon daun dan batang tampak bersih mengkilat.
- Pembibitan Kelapa Sawit
Metode pembibitan kelapa sawit yang banyak dilakukan oleh pabrik kelapa sawit di Sumatera Utara antara lain metode single stage dan metode double stage. Masing-masing metode tentu mempunyai keunggulan dan kelemahan.
Untuk mendapatkan hasil terbaik, sangat direkomendasikan untuk memilih metode double stage untuk meminimalisir risiko bibit mati dengan jumlah besar, daya tahan bibit rendah, serta pertumbuhan yang kurang optimal.
- Perawatan Pembibitan Kelapa Sawit
Sesudah Anda mengambil keputusan dalam memilih metode pembibitan yang sesuai, sekarang saatnya melakukan pemeliharan tanaman sawit. Ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh Anda dalam pemeliharaan untuk proses pembibitan kelapa sawit.
Pertama penyiraman, lakukan dua kali sehari kecuali hujan lebih dari 7-8 mm di hari tersebut. Siram bibit kelapa sawit dengan air bersih bebas limbah dengan semprotan halus agar benih pada polybag tak rusak dan tanah untuk bertumbuh tak memadat.
Kedua penyiangan, gulma yang tumbuh pada polybag dan tanah antar polybag wajib dibersihkan. Anda dapat menyiangi gulma dengan mencabutnya menggunakan tangan, cangkul ataupun disemprot bioherbisida. Lakukan penyiangan setidaknya 2-3 kali sebulan.
Ketiga pengawasan dan seleksi, lakukan pengawasan untuk mengamati pertumbuhan bibit dan pencegahan munculnya hama dan penyakit. Bila ditemukan benih yang tumbuh abnormal, kerdil, berpenyakit dan memiliki kelainan genetis, segera seleksi ataupun buang benih tersebut.
- Pemupukan Kelapa Sawit
Pemupukan merupakan salah satu kunci mendapatkan hasil optimal dalam budidaya kelapa sawit organik. Ada beberapa metode pemupukan dalam budidaya kelapa sawit secara organik berikut ini.
Metode pemupukan dalam budidaya kelapa sawit organik antara lain: pemupukan baby bag atau pre nursery, pemupukan usia 0-3 bulan, pemupukan usia 3-12 bulan atau main nursery, pemupukan saat penanaman, pemupukan tanaman belum menghasilkan usia 0-3 tahun, serta pemupukan tanaman menghasilkan usia lebih dari 3 tahun.
- Cara Untuk Menanam Bibit Sawit di Lahan
Cara budidaya berikutnya yang dilakukan oleh pabrik kelapa sawit di Sumatera Utara adalah penanaman bibit di lahan atau kerap disebut pemindahan bibit. Proses ini termasuk penting dalam budidaya kelapa sawit. Anda sudah harus memiliki pertimbangan dan menghitung keunggulan dan kelemahan dari setiap metode yang dipilih.
Sebelum melakukan pemindahan bibit pada lahan sebenarnya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti persiapan bibit, proses pengangkutan bibit ke lahan, pengajiran, jarak tanam kelapa sawit, waktu tanam kelapa sawit, dan teknik penanaman kelapa sawit.
- Pemeliharaan Kelapa Sawit
Pemeliharaan tanaman adalah salah satu kunci untuk bisa mendapatkan hasil produksi sesuai harapan. Tanpa pemeliharaan tanaman tepat, produktivitas tanaman pun tak akan optimal. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemeliharaan kelapa sawit, berikut penjelasannya.
Beberapa Hal Penting Dalam Pemeliharaan Kelapa Sawit
- Penyiraman
Kelapa sawit merupakan jenis tanaman yang rakus air. Oleh karena itu penyiraman rutin harus dilakukan untuk memastikan asupan air di kebun Anda. Penyiraman bisa dilakukan manual untuk skala kecil dan menggunakan shower head system untuk skala luas.
- Penanaman Legume Cover Crop (Tanaman Penutup Tanah)
Legume cover crop mempunyai berbagai manfaat untuk lahan kelapa sawit, seperti melindungi tanah dari erosi, meningkatkan kadar nitrogen pada tanah, memperbaiki struktur lapisan atas tanah baik di lahan mineral ataupun gambut, meningkatkan kandungan bahan organik pada lahan, dan banyak lagi lainnya.
- Membentuk Bokoran (Piringan)
Piringan sekitar tanaman kelapa sawit harus dijaga. Jangan lupa membersihkan piringan sekitar tanaman kelapa sawit dengan jari-jari 1-2 meter dari tanaman kelapa sawit.
- Pencegahan Kebakaran
Kebakaran merupakan isu penting dalam budidaya kelapa sawit. Selain membahayakan lingkungan dan kesehatan, kebakaran juga sangat merugikan para petani.
- Penunasan Pelepah
Penunasan pelepah adalah upaya mengatur jumlah pelepah yang perlu dipangkas dan perlu dipertahankan. Pabrik kelapa sawit di Sumatera Utara melakukan hal ini karena menjadi penentu penyebaran nutrisi dan berpengaruh pada pertumbuhan akar, bobot tandan serta produksi tandan buah segar.
